Postingan

Terbaru

Cara Menghukum Orang Jahat

Gambar
“Hukuman penjara itu tidak cocok bagi mereka yang sudah bersenang-senang menggunakan uang yang bukan haknya!”
Tiba-tiba saja dia datang ke kamarku tanpa mengetuk pintu, tanpa bertanya apakah aku ada di dalam. Suaranya menggema, memantul-mantul pada setiap dinding putih kamarku. Dia duduk di sampingku tapi tidak menoleh sedikitpun ke arahku. Baiklah, mungkin ini waktunya aku mendengarkan celotehannya dan bisa saja sesekali aku juga curhat padanya. Aku menghentikan kegiatan membacaku sebentar.

Kututup buku setelah sebelumnya sudah kutandai dengan cara melipat ujungnya pada halaman 27. Dalam kondisi mendadak, aku melakukan hal itu. Meski sebenarnya aku tidak tega melakukannya pada buku ini.
“Selain masuk penjara, mereka itu juga didenda dengan jumlah uang yang banyak. Dan tentu saja, barang-barang yang bukan milik mereka itu sudah disita oleh negara,” kataku.
“Itu tidak cukup!”
Nah, kan, dia mulai menepis hal-hal yang kukatakan lalu dia akan tanya kenapa aku seolah-olah membela mereka.

Review: Surat dari Kematian

Gambar
Akhirnya novel ini bisa kudapatkan. Awalnya nyari di Gramedia Plaza Medan Fair. Rencananya makan es krim dulu setelah itu cari novel ini. Kupikir bisa sekali jalan. Tapi ternyata buku ini nggak ada. Memang seharusnya aku cari langsung aja ke tempat yang lebih lengkap, Gramedia Gajah Mada. Ujung-ujungnya ya harus jalan-jalan untuk mendapatkannya.
Kenapa milih novel ini? Apa karena terpengaruh dengan label Horor #1 on Wattpad?
No! Waktu penulisnya membagikan cerita ini di FB, aku nggak berminat mau baca. Heh? Karena episodenya udah ketinggalan terlalu jauh. Mau baca dari awal, kok banyak kali rasanya. Aku lebih suka bacaan berbentuk buku fisik daripada menatap layar lama-lama. Perih. Begitu. (Heleh..main sosmed lama-lama nggak perih, dasar aku!)
Lalu apa karena buku ini akan segera difilmkan?
Wow! Mudah-mudahan jadi film horor yang keren.
Meskipun bila di sampul novel ini nggak ada label apalah-apalah, aku tetap cari dan beli, kok. Kenapa? Karena penulisnya. Aku sudah baca trilogy DSC …

Review : Gerimis di Atas Kertas

Gambar
Ada tiga cerita di dalam buku yang berjumlah 200 halaman ini. Gerimis di Atas Kertas adalah salah satu judul di antara ketiga cerita tersebut. Pertama kali membaca judulnya, kupikir cerita itu akan dipenuhi dengan kesedihan. Padahal tidak selamanya yang namanya gerimis ataupun hujan adalah lambang dari kesedihan. Justru itu adalah rahmat dari Tuhan, kan.
Tiga cerita di dalam buku ini memakai dua sudut pandang. Dua cerita cerita memakai sudut pandang orang pertama, yaitu aku. Dan cerita yang satunya lagi memakai sudut pandang orang kedua, yaitu kamu. Aku suka kalau ada cerita yang sudut pandangnya itu kayak begitu, sudut pandang orang kedua. Dulu waktu sekolah tahunya cuma sudut pandang orang pertama dan ketiga.
Tiga cerita itu mengambil latar tempat di Lombok. Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Sasak. Bahkan ada sejarah kota Ampenan di dalamnya. Ya, salah satu cerita itu ada yang berpusat di Kota Ampenannya. Ketiga cerita itu juga menggambarkan betapa indahnya pantai dan ker…

Lakukan Cek KLIK Sebelum Belanja

Gambar
Siapa yang suka belanja?? Rata-rata pasti suka dong, ya. Hehe.. Tapi hati-hati ya kalau berbelanja. Apalagi belanja pangan dan obat-obatan. Aku punya pengalaman yang bikin aku kapok dan mengingatkanku untuk berhati-hati.
Aku pernah belanja susu cair dalam kemasan di sebuah toko. Pas sampai di rumah, mau diminum rasanya kok aneh. Seharusnya rasanya manis gurih gitu, kan, tapi ini rasanya asam dan kok ada yang menggumpal. Kucek, apakah aku salah ambil jangan-jangan yang kuminum yoghurt.
Ya tentu saja tidak.
Cek tanggal kedaluwarsa, masih jauh, sekitar satu tahun lagi.
Eh ternyata setelah mataku menelusuri seluruh bagian kemasan, ada dong bolongan kecil yang enggak bakalan nampak kalau cuma sepintas aja ngelihatnya. Pantas aja waktu sampai di rumah aku pegang kemasannya kok basah-basah dan agak lengket gitu. Ternyata sumbernya dari bolongan itu.
Memang sih waktu belanja aku itu terburu-buru, jadi nggak sempat mau mengeceknya ketika masih di toko. Gara-gara itu aku sempat mual kalau m…

Yuk, Mari Ikutan Blog Competition Ini

Gambar
Desember, ya. Bulan paling akhir. Sebagai penanda kalau tahun 2018 ini akan segera berlalu. Sudah dapat apa saja di tahun 2018 ini? Terus ada target apa untuk tahun 2019 nanti yang tinggal menghitung hari?
Salah satu targetku itu membenahi blog dan menulis lebih banyak lagi untuk blogku ini. Melihat arsip blog untuk tahun ini, lumayan. Lumayan banyak dari tahun-tahun kemarin. Memang perlu semangat dan konsisten yang tinggi supaya blog ini tetap hidup dan semakin banyak tulisan yang dimuat.
Waktu itu ada yang bertanya, kenapa sih suka menulis di blog? Awalnya menulis di blog ya karena suka menulis. Menulis blog hanya untuk senang-senang dan melepas penat. Itu saja.
Tapi sekarang nambah lagi deh alasan kenapa aku menulis blog.
Kenapa?
Ya itu supaya bisa ikutan lomba menulis blog.
Dulu coba-coba ikutan kuis kecil-kecilan. Ternyata menyenangkan. Pernah menang eh jadi ketagihan. Karena lebih sering nggak dapat keberuntungan akhirnya semangat untuk berburu kuis ya melempem lagi. Hehe. Quiz …

Target Blogging Tahun Depan (2019)

Gambar
Ternyata sudah tiba di #day30 dengan tema Target Blogging Tahun 2018. Itu adalah tema terakhir untuk blog challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network (BPN). Waktu memang berputar cepat. Tak terasa sudah 30 hari aja aku menjalani tantangan itu. Meski awalnya ragu antara mau ikutan atau tidak. Tiga puluh hari nulis untuk blog? Dulu sebulan sekali saja belum tentu kulakukan.
Tapi nyatanya mampu, kan?
Ya, itu antara nekat dan rasa sayang sama blog yang sudah lama kubangun. Tema pada #day1, #day2, dan #day3 itu kembali menyadarkanku untuk apa aku menulis blog, untuk apa aku ‘menghidupkan’ blog ini. Awalnya blog ini kubuat cuma untuk bisa mendapatkan nilai dari dosen. Ya, waktu itu diberi tugas dari dosen dan jawabannya ditulis di blog masing-masing. Setelah tugas selesai dan semester berganti, ya sudah blog ini jadi mati suri.
Tapi lama kelamaan, rasanya kok kasihan melihat blog ini dibiarkan terbengkalai. Seumpamanya ini rumah, rumput liarnya itu sudah tinggi-tinggi, temboknya…

Lima Situs yang Paling Sering Dikunjungi Kalau Nggak Ada Kerjaan

Gambar
Dih, tuh judul kurang panjang sepanjang jalan kenangan.
Sungguh berbahagialah hidup di zaman sekarang. Zaman dimana kecanggihan teknologi internet benar-benar sangat membantu aktivitas manusia. Nggak perlu jauh-jauh cari hiburan di kala merasa penat dan bosan. Nggak perlu tambah pusing juga kalau lagi bokek atau belum gajian. Untuk sementara, lewat PC atau smartphone bisa kok mendapatkan hiburan yang nggak kalah keren. Yang penting sediakan kuota internet yang cukup (banyak).
Lagi libur, pekerjaan rumah sudah selesai semua, mau keluar rumah tapi nggak berminat. Ini dia lima situs yang sering aku kunjungi kalau aku lagi santai-santai manja.
YouTube Semua pasti tahu tentang situs yang satu ini. Mau nonton video apa aja semua ada di sini. Dari yang paling menarik sampai yang membosankan. Dari yang banyak memberi manfaat sampai yang cuma buang-buang kuota internetku aja. (Ya, nggak usah ditontonlah. Gitu aja kok repot).
Pada #day18 temanya itu youtuber favorit. Di sana ada lima channel yang…

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries

Pesan Moral dari Ade Ubaidil